Kritis Pendidikan Matematika

Published January 14, 2012 by andayanif3

KRITIS PENDIDIKAN MATEMATIKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Dunia pendidikan sekarang ini dihadapkan pada tantangan-tantangan yang mengharuskan mamapu melahirkan individu-individu yang dapat memenuhi tuntutan global. Sebab pendidikan merupakan lembaga yang berusaha untuk membangun masyarakat dan watak bangsa secara berkesinambungan yaitu membina mental rasio, intelek dan kepribadian dalam rangka membentuk manusia seutuhnya. Oleh karena itu bidang pendidikan perlu mendapatkan perhatian, penanganan dan prioritas secara intensif baik oleh pemerintah, masyarakat maupun pengelola pendidikan.
Pendidikan merupakan proses mengubah tingkah laku siswa menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan alam sekitar. Kemajuan ilmu pengetahuan akan mempengaruhi cara belajar yang efektif, sehingga perlu adanya cara berpikir secara terarah dan jelas. Banyak yang beranggapan bahwa untuk dapat berpikir kritis memerlukan suatu tingkat kecerdasan yang tinggi. Padahal berpikir kritis dapat dilatih pada semua orang untuk dipelajari. Di sinilah peranan pendidikan memberikan suatu konsep cara belajar yang efektif. Berpikir kritis juga dapat diartikan sebagai kemampuan menganalisis suatu masalah. Sebab pada dasarnya setiap anak mempunyai rasa ingin tahu dan imajinasi. sifat tersebut merupakan dasar untuk pengembangan sikap kritis dan juga dapat mengembangkan kreativitas siswa.
Cara berpikir seperti ini dapat dikembangkan melalui belajar Matematika karena Matematika memilki struktur dan kaitan yang kuat dan jelas antar konsepnya. Aktivitas berpikir kritis dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal dengan baik.
Berpikir kritis adalah keharusan, dalam usaha memecahkan masalah, pembuatan keputusan, sebagai pendekatan, menganalisis asumsi-asumsi dan penemuan-penemuan keilmuan. Berpikir kritis diterapkan siswa untuk belajar memecahkan masalah secara sistematis dalam menghadapi tantangan, memecahkan masalah secara inovatif dan mendesain solusi yang mendasar.
Cara berpikir ini dapat dikembangkan melalui belajar matematika karena matematika memiliki struktur dan kajian yang kuat dan jelas antar konsepnya. Aktivitas berpikir kritis dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal dengan baik. Matematika merupakan salah satu bidang studi yang menduduki peranan penting dalam pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari waktu jam pelajaran sekolah lebih banyak dibanding pelajaran yang lain, baik dalam pelaksanaan pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Matematika diajarkan bukan hanya untuk mengetahui dan memahami apa yang terkandung di dalam matematika itu sendiri, tetapi matematika diajarkan pada dasarnya bertujuan untuk membantu melatih pola pikir semua siswa agar dapat memecahkan masalah dengan kritis, logis dan tepat.
Untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa tidaklah mudah. Dalam kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah sering dijumpai masalah antara lain :
1.    Hampir tidak ada siswa yang mempunyai inisiatif untuk bertanya pada guru.
2.    Sibuk menyalin apa yang ditulis dan diungkapkan guru.
3.    Apabila ditanya guru tidak ada yang mau menjawab tetapi mereka menjawab secara bersamaan sehingga suara tidak jelas.
4.    Siswa terkadang sibuk sendiri waktu guru menerangkan atau mengajar.
(Bacham Edmund, 2005:95).
Permasalahan – permasalahan itulah yang menyebabkan tidak ada kreativitas siswa dalam belajar, sehingga tidak akan melatih siswa dalam memahami, menyerap dan merespon suatu materi dan permasalahan. Hal ini tampak dari respon siswa yang masih pasif saat proses pembelajaran yang berlangsung. Selain itu, terlibat adanya rasa kurang percaya diri di dalam menyelesaikan soal. Sehingga terus bergantung dengan hasil kerjaan teman, tanpa mau berusaha sendiri menemukan suatu jawaban.
Cara berpikir kritis dikalangan siswa masih sangat rendah. Karena siswa dalam pembelajaran cenderung hanya menerima materi yang diajarkan, tanpa mau menelaah lebih dalam dan berkelanjutan. Sehingga siswa harus dilatih berperan aktif dan bertanggung jawab terhadap proses dan hasil pembelajaran. Agar proses pembelajaran dapat terlaksana dan berjalan secara efektif.
Maka disini guru merupakan salah satu faktor penting yang dapat menentukan berhasil atau tidaknya siswa dalam belajar matematika. Pentingnya peran guru dalam pendidikan tidak terlepas dari kemampuan guru dalam menyampaikan materi pada siswa. Oleh karena itu pada proses pembelajaran guru perlu meningkatkan kemampuan mengajar guna menjadi guru professional. Kemampuan guru sebagai salah satu usaha meningkatkan mutu pendidikan sekolah perlu mendapat perhatian. Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan mengajar dangan menerapkan model pembelajaran yang tepat yang tetap memperhatikan antara lain materi, waktu, dan jumlah siswa dikelas. Guru dalam kemampuan mengajar diharapkan dapat menyampaikan materi yang dapat membangkitkan keaktifan siswa. Untuk bisa mengubah pandangan, matematika sebagai mata pelajaran yang sulit haruslah diberikan solusi yang antara lain yaitu diperlukanya metode mengajar yang tepat, sehingga dapat mengatasi kesulitan dan permasalahan kurangnya motivasi dan aktivitas dalam belajar matematika.Proses pembelajaran yang mengikutsertakan siswa secara aktif, akan lebih bermakna karena dalam proses pembelajaran siswa mempunyai pengalaman yang lebih banyak sehingga materi pelajaran yang disampaikan diharapkan dapat diterima oleh siswa secara lebih baik. Motivasi belajar sangatlah diperlukan karena dengan motivasi, hasil belajar akan menjadi lebih optimal.
Pemecahan masalah menurut Nurhadi (2004 : 206) meliputi tahapan yaitu : memahami soal, memilh pendekatan atau strategi pemecahan, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi. Langkah – langkah dalam pemecahan masalah di atas dapat melatih cara berpikir kritis dalam menarik kesimpulan yang merupakan salah satu tujuan pembelajaran Matematika. Dengan belajar Matematika dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, sistematis, logis, kreatif dan bekerja sama yang efektif. Jadi belajar Matematika dapat memecahkan masalah Matematika dalam menyelesaikan soal yang pada akhirnya dapat melatih / mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik.

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah :
1.    Apakah kritis dalam pendidikan Matematika dapat meningkatkan prestasi belajar siswa ?
2.    Apakah berlatih memecahkan masalah Matematika mampu mengembangkan kemampuan berfikir kritis siswa ?

BAB  II
PEMBAHASAN
A.    Kritis pendidikan Matematika
Berpikir kritis berarti mencari dan menghimpun informasi yang dapat dipercaya untuk dipakai sebagai bukti yang dapat mendukung suatu penilaian. Dengan demikian berpikir kritis sebagian besar terdiri dari mengevaluasi argumen atau informasi dan membuat keputusan yang dapat membantu mengembangkan kepercayaan dan mengambil tindakan serta membuktikan.
Berpikir kritis Matematis adalah berpikir kritis pada bidang ilmu Matematika. Dengan demikian berpikir kritis matematis adalah proses berpikir kritis yang melibatkan pengetahuan matematika, penalaran matematika dan pembuktian matematika. Berpikir kritis dalam matematika merupakan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah matematika. Berdasar pada definisi-definisi berpikir kritis yang dikemukakan para ahli, dalam penelitian ini dikembangkan indikator berpikir kritis matematis yang diklasifikasikan atas lima komponen berpikir kritis, yaitu analisis, evaluasi, pembuktian, pemecahan masalah, dan menemukan analogi.
Untuk mencapai suatu pemahaman konsep, identifikasi masalah dapat membantu menciptakan suasana berpikir bagi peserta didik. Keberhasilan dalam pembelajaran ini ditentukan pula oleh terciptanya keadaan pada saat proses pembelajaran yang menyenangkan. Dan menciptakan lingkungan yang mendukung. Berpikir kritis dalam kelas difasilitasi oleh lingkungan fisik dan intelektual yang mendorong semangat untuk menemukan. Salah satu lingkungan fisik yang mendukung berpikir kritis dalam kelas adalah susunan tempat duduk mahasiswa. Bila tempat duduk mahasiswa disusun sedemikian sehingga mahasiswa dapat saling berinteraksi dengan mahasiswa yang lain dan dengan dosen ini membantu mahasiswa untuk berpikir kritis.
Upaya pembenahan dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan pembelajaran penemuan difokuskan pada pemberian kesempatan siswa untuk membangun pengetahuan secara aktif artinya pengetahuan ditemukan, dibentuk, dan dikembangkan oleh siswa baik secara individu maupun kelompok dengan menggunakan belajar kooperatif.

B.     Memecahkan masalah
Strategi pemecahan masalah dapat diterapkan manakala:
a.    Guru mengharapkan agar siswa tidak hanya sekedar dapat mengingat materi pelajaran, tetapi menguasai dan memahami secara penuh.
b.    Guru bermaksud untuk mengembangkan keterampilan berfikir rasional siswa.
c.    Guru menginginkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah serta membuat tantangan intelektual siswa.
d.    Guru ingin mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajarnya.
e.    Guru ingin agar siswa memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupannya.

Kriteria pemilihan bahan pelajaran dalam strategi pemecahan masalah:
a.    Bahan pelajaran harus mengandung isu- isu yang mengandung konflik.
b.    Bahan yang dipilih adalah bahan yang familiar dengan siswa, sehingga siswa dapat mengikuti dengan baik.
c.    Bahan yang dipilih merupakan bahan yang berhubungan dengan kepentingan orang banyak, sehingga terasa bermanfaat.
d.    Bahan yang dipilih merupakan bahan yang mendukung tujuan atau kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sesuai dengan kurikulum.
e.    Bahan yang dipilih sesuai dengan minat siswa sehingga setiap siswa merasa perlu mempelajarinya.

BAB III
PENUTUP
A.    SIMPULAN
1.    Kritis pendidikan Matematika dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat :
a)    Siswa lebih aktif dalam bertanya
b)    Meningkatnya kemampuan siswa dalam pemecahan masalah soal Matematika.
2.    Berlatih memecahkan masalah Matematika dapat mengembangkan kemampuan befikir kritis siswa.

B.    IMPLIKASI
1.    Jika kritis pendidikan Matematika dapat meningkat maka keaktifan dan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah soal Matematika dapat meningkat.
2.    Jika memecahkan masalah Matematika dapat mengembangkan kemampuan berfikir kritis siswa maka proses pembalajaran tidak akan mengalami kendala.

C.    SARAN
1.    Agar siswa mempunyai kemampuan pemecahan masalah, hendaknya guru harus menguasai strategi-strategi untuk menggali kemampuan siswa tersebut.
2.    Guru hendaknya mananamkan pemahaman soal melalui pemberian bimbingan dan penggunaan metode serta media yang tepat sehingga dalam proses pembelajaran yang berkaitan dengan soal tidak mengalami kendala yang serius.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.dikti.go.idindex.phpoption=com/content&view=article&id=2011/upaya-meningkatkan-aktivitas-dan-kreativitas-siswa-dalam-pembelajaran-matematika-di-sekolah-dasar-dengan-metode-pemecahan-masalah&catid=159artikel-kontributor

http://etd.eprints.ums.ac.id/4533/1/A410050011.pdf

http://etd.eprints.ums.ac.id/7224/1/A410050246.PDF

http://techonly13.wordpress.com/2010/07/02/penggunaan-metode-penemuan-untuk-meningkatkan-kemampuan-berpikir-kritis-matematis-mahasiswa-keguruan/

http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/disertasi/article/view/8078

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: